Coretan Sang Pemimpi
"MATERI (AIJ) KELAS XII TKJ"
Daftar isi :
-1.2. Pengertian Port Security Violation
-1.3. Pengertian Mikrotik, Fungsi, dan kesimpulan Mikrotik
-1.4. Konfigurasi Dasar Mikrotik
-1.5. Konfigurasi Jalur Hotspot Mikrotik
-1.6. Membuat Profil dan User Hotspot Mikrotik
-1.7. Konfigurasi DHCP Mikrotik
1.1. Pengertian, dan Membangun Jaringan Frame Relay di Simulator Packet Tracer
Frame relay adalah standar teknologi wan yang menspesifikasikan layer jalur logika dan fisik dari channel komunikasi digital menggunakan metodologi packet switching. Pada awalnya didesain untuk membawa data menggunakan infrastruktur ISDN, tetapi sekarang bisa digunakan untuk berbagai interface jaringan. Provider jaringan umunya mengimplementasikan frame relay untuk komunikasi suara (VoFR) dan data sebagai teknik enkapsulasi, digunakan antara LAN melewati WAN. Setiap pengguna mendapatkan jalur pribadi (atau leased line) menuju node frame relay. Jaringan frame relay menangani transmisi melewati sebuah jalur yang berubah-ubah menuju semua pengguna lainnya.
• Berikut adalah topologi yang akan digunakan dalam praktek :
Keterangan:
(1.) Alamat IP Router 1 adalah 10.10.10.1/8
(2.) Alamat IP Router 2 adalah 10.10.10.2/8
(3.) Alamat IP Router 3 adalah 10.10.10.3/8
Konfigurasi Router 1:
(1.) Masuk ke interface serial 0/1.
interface serial 1/0
(2.) Ubah alamat IP.
ip address 10.10.10.1 255.0.0.0
(3.) Aktifkan enkapsulasi frame relay.
encap frame-relay
(4.) Masukkan alamat DLCI.
frame interface-dlci 102
frame interface-dlci 103
(5.) Masukkan identitas DLCI.
frame-relay map ip 10.10.10.2 102
frame-relay map ip 10.10.10.3 103
(6.) Aktifkan interface.
no shutdown
Konfigurasi router 2:
(1.) Masuk ke interface serial 0/1.
interface serial 1/0
(2.) Ubah alamat IP.
ip address 10.10.10.2 255.0.0.0
(3.) Aktifkan enkapsulasi frame relay.
encap frame-relay
(4.) Masukkan alamat DLCI.
frame interface-dlci 201
frame interface-dlci 203
(5.) Masukkan identitas DLCI.
frame-relay map ip 10.10.10.1 201
frame-relay map ip 10.10.10.3 203
(6.) Aktifkan interface.
no shutdown
Konfigurasi Router 3:
(1.) Masuk ke interface serial 0/1.
interface serial 1/0
(2.) Ubah alamat IP.
ip address 10.10.10.3 255.0.0.0
(3.) Aktifkan enkapsulasi frame relay.
encap frame-relay
(4.) Masukkan alamat DLCI.
frame interface-dlci 301
frame interface-dlci 302
(5.) Masukkan identitas DLCI.
frame-relay map ip 10.10.10.1 301
frame-relay map ip 10.10.10.2 302
(6.) Aktifkan interface.
no shutdown
Konfigurasi Awan Frame Relay:
(1.) Klik awan frame relay.
(2.) Klik tab Config.
(3.) Masuk ke menu konfigurasi frame relay, dan masukkan konfigurasi berikut:
4. Masuk ke menu konfigurasi serial 0, dan masukkan konfigurasi berikut:
5. Masuk ke menu konfigurasi serial 1, dan masukkan konfigurasi berikut:
6. Masuk ke menu konfigurasi serial 0, dan masukkan konfigurasi berikut:
7. Masuk ke menu konfigurasi serial 2, dan masukkan konfigurasi berikut:
Lakukan pengecekan dengan menggunakan ping antar router, show running, show interface dan show frame-relay map.
1.2. Pengertian Port Security Violation
-1.3. Pengertian Mikrotik, Fungsi, dan kesimpulan Mikrotik
-1.4. Konfigurasi Dasar Mikrotik
-1.5. Konfigurasi Jalur Hotspot Mikrotik
-1.6. Membuat Profil dan User Hotspot Mikrotik
-1.7. Konfigurasi DHCP Mikrotik
1.1. Pengertian, dan Membangun Jaringan Frame Relay di Simulator Packet Tracer
Frame relay adalah standar teknologi wan yang menspesifikasikan layer jalur logika dan fisik dari channel komunikasi digital menggunakan metodologi packet switching. Pada awalnya didesain untuk membawa data menggunakan infrastruktur ISDN, tetapi sekarang bisa digunakan untuk berbagai interface jaringan. Provider jaringan umunya mengimplementasikan frame relay untuk komunikasi suara (VoFR) dan data sebagai teknik enkapsulasi, digunakan antara LAN melewati WAN. Setiap pengguna mendapatkan jalur pribadi (atau leased line) menuju node frame relay. Jaringan frame relay menangani transmisi melewati sebuah jalur yang berubah-ubah menuju semua pengguna lainnya.
• Berikut adalah topologi yang akan digunakan dalam praktek :
Keterangan:
(1.) Alamat IP Router 1 adalah 10.10.10.1/8
(2.) Alamat IP Router 2 adalah 10.10.10.2/8
(3.) Alamat IP Router 3 adalah 10.10.10.3/8
Konfigurasi Router 1:
(1.) Masuk ke interface serial 0/1.
interface serial 1/0
(2.) Ubah alamat IP.
ip address 10.10.10.1 255.0.0.0
(3.) Aktifkan enkapsulasi frame relay.
encap frame-relay
(4.) Masukkan alamat DLCI.
frame interface-dlci 102
frame interface-dlci 103
(5.) Masukkan identitas DLCI.
frame-relay map ip 10.10.10.2 102
frame-relay map ip 10.10.10.3 103
(6.) Aktifkan interface.
no shutdown
Konfigurasi router 2:
(1.) Masuk ke interface serial 0/1.
interface serial 1/0
(2.) Ubah alamat IP.
ip address 10.10.10.2 255.0.0.0
(3.) Aktifkan enkapsulasi frame relay.
encap frame-relay
(4.) Masukkan alamat DLCI.
frame interface-dlci 201
frame interface-dlci 203
(5.) Masukkan identitas DLCI.
frame-relay map ip 10.10.10.1 201
frame-relay map ip 10.10.10.3 203
(6.) Aktifkan interface.
no shutdown
Konfigurasi Router 3:
(1.) Masuk ke interface serial 0/1.
interface serial 1/0
(2.) Ubah alamat IP.
ip address 10.10.10.3 255.0.0.0
(3.) Aktifkan enkapsulasi frame relay.
encap frame-relay
(4.) Masukkan alamat DLCI.
frame interface-dlci 301
frame interface-dlci 302
(5.) Masukkan identitas DLCI.
frame-relay map ip 10.10.10.1 301
frame-relay map ip 10.10.10.2 302
(6.) Aktifkan interface.
no shutdown
Konfigurasi Awan Frame Relay:
(1.) Klik awan frame relay.
(2.) Klik tab Config.
(3.) Masuk ke menu konfigurasi frame relay, dan masukkan konfigurasi berikut:
4. Masuk ke menu konfigurasi serial 0, dan masukkan konfigurasi berikut:
5. Masuk ke menu konfigurasi serial 1, dan masukkan konfigurasi berikut:
6. Masuk ke menu konfigurasi serial 0, dan masukkan konfigurasi berikut:
7. Masuk ke menu konfigurasi serial 2, dan masukkan konfigurasi berikut:
Lakukan pengecekan dengan menggunakan ping antar router, show running, show interface dan show frame-relay map.
1.2. Pengertian Port Security Violation
Port security ini adalah sistem keamanan yang mana port pada switch dan PC tidak bisa sembarangan diubah atau diganti-ganti dengan port lain.
Untuk Violation ada 3 macam action, Dibawah ini adalah sedikit penjelasan tentang action tersebut
1. Shutdown : Port nya akan otomatis ter-shutdown seperti dilab sebelumnya
2. Protect : Data yang dikirim akan dibiarkan alias tidak dikirim ke tujuan
3. Restrict : hampir sama seperti Protected dengan mengirimkan notifikasi
SNMP.
1.3. Pengertian, Fungsi, Kelebihan, Dan Kesimpulan Mikrotik
• Pengertian Mikrotik
Adalah sistem operasi beserta perangkat lunak yang dipasang dalam sebuah komputer sehingga komputer yang sudah terpasang tersebut bisa dioperasikan. adapun komputer yag sudah terhubung dengan mikrotik berperan sebagai jantung network, pengendali, pengatur lalulintas data.
• Fungsi MikroTik
- Pengaturan koneksi internet bisa dilakukan secara terpusat dan memudahkan untuk pengelolaannya.
- Konfigurasi LAN bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan PC Mikrotik Router OS dengan hardware requirements yang sangat rendah.
- Blocking situs-situs terlarang dengan menggunakan proxy di mikrotik.
- Pembuatan PPPoE Server.
- Billing Hotspot.
- Memisahkan bandwith traffic internasional dan local, dan lainnya.
• Kelebihan MikroTik
- Harga yang cukup Terjangkau.
- User Friendly.
- Mudah Penggunannya.
- Banyak Fitur-Fitur Menarik.
- Dapat Berperan Sebagai Router.
- Mikrotik juga sudah bisa mendeteksi berbagai macam ethernet card dari berbagai vendor yang ada.
• Kesimpulan
Jadi Mikrotik itu adalah suatu sistem operasi berserta perangkat lunak yang dipasang pada sebuah komputer yang berperan sebagai jantung network, atau bisa digunakan untuk keperluan networking seperti routing, switching, pengendali, dan pengatur lalu lintas data. Mikrotik dibagi menjadi 2 jenis yaitu mikrotik Router OS dan RouterBoard.
1.4. Konfigurasi Dasar Mikrotik
1. Menambahkan dhcp client
Pertama-tama tambahkan dulu dhcp clientnya agar ada koneksi internet, yaitu dengan cara ke menu IP -> DHCP Client
Lalu interfacenya diisi ether 1
Jika sudah pastikan di bagian status itu Bound, lanjuuuutttttt brooo.
2. Menambahkan IP Address
Untuk GUI klik menu IP > Addresses > + , kemudian masukkan IP address untuk ke internet (public). Ether 2 ya guyss …
Jika sudah maka hasilnya akan seperti ini :
Jika sudah lanjut langkah selanjutnya.
3. Konfigurasi DNS
Selanjutnya kita akan mengatur DNS , DNS adalah singkatan dari Domain Name Server , yang berfungsi untuk pemetaan alamat IP menjadi sebuah nama atau sebaliknya. Sebagai contoh ketika kalian browsing , apakah kalian pernah mengetikkan IP dari server website tersebut ?? contoh ketika mengakses google , kalian pasti selalu mengetikkan www.google.com atau google.com saja kan.
Dan sebagian dari kalian mungkin tidak tahu berapa alamat IP dari google. Nah itulah fungsi dari DNS yang mengubah alamat IP menjadi sebuah nama , jadi kita akan lebih mudah mengakses Website di Internet. Untuk konfigurasi DNS di Mikrotik caranya cukup mudah , kita hanya perlu memasukkan alamat IP dari DNS Server, kita bisa menggunakan DNS dari ISP atau juga bisa menggunakan DNS google (8.8.8.8 / 8.8.4.4).
Untuk mode GUI kita klik menu IP > DNS lalu centang bagian Allow-remote-request.
Sekarang coba test ping ke google dari Router , jika konfigurasinya benar maka hasilnya pasti sudah bisa ping ke Google.com
Oke lanjut ke langkah selanjutnya mas broo.
4. DHCP Server
Apa gunanya dhcp server? Yaitu untuk memberikan alamat ip secara otomatis.
Untuk GUI nya bisa ke IP -> DHCP Server lalu pilih DHCP Setup kemudian pilih interface yang terhubung ke pc/laptop.
Jika sudah lanjut ke langkah selanjutnya.
5. Konfigurasi NAT
Sekarang router kita sudah bisa terhubung ke internet. Nah untuk membuat PC client juga bisa melakukan koneksi Internet maka dibutuhkan yang Namanya NAT atau Network Address Translation.
NAT ini berfungsi untuk menerjemahkan/menyamarkan alamat IP Lokal kita menjadi alamat IP Public kita. Coba bayangin berapa banyak jaringan lokal yang memiliki IP Private sama seperti kita , jika kita tidak translate ke IP public maka website akan susah merespons permintaan karena banyaknya alamat IP lokal yang sama. Maka dari itu NAT sangat dibutuhkan di jaringan Internet.
Untuk mode GUI kita klik menu IP > Firewall > NAT > +
Setelah itu masukkan isikan bagian Chain dan Out-interface , untuk Out-interface masukkan interface yang mengarah ke ISP (Internet).
Jangan lupa di tab action , isikan dengan action = masquerade
Jika belum terhubung ke internet masuk ke Open Network and Sharing Center lalu ke Change Adapter Settings.
Disable lalu Enable bagian Local Area Connection.
Buka di menu IP > Hotspot > Hotspot Setup.
Dengan menekan tombol Hotspot Setup, wizard Hotspot akan menuntun kita untuk melakukan setting dengan menampilkan kotak-kotak dialog pada setiap langkah nya.
Langkah pertama, kita diminta untuk menentukan interface mana Hotspot akan diaktifkan. Pada kasus kali ini, Hotspot diaktifkan pada wlan1, dimana wlan1 sudah kita set sebagai access point (ap-bridge). Selanjutnya klik Next.
Jika di interface wlan1 sudah terdapat IP, maka pada langkah kedua ini, secara otomatis terisi IP Address yang ada di wlan1. Tetapi jika belum terpasang IP, maka kita bisa menentukan IP nya di langkah ini. Kemudian Klik Next.
Langkah ketiga, tentukan range IP Address yang akan diberikan ke user (DHCP Server). Secara default, router otomatis memberikan range IP sesuai dengan prefix/subnet IP yang ada di interface. Tetapi kita bisa merubahnya jika dibutuhkan. Lalu klik Next.
Langkah selanjutnya, menentukan SSL Certificate jika kita akan menggunakan HTTPS untuk halaman loginnya. Tetapi jika kita tidak memiliki sertifikat SSL, kita pilihl none, kemudian klik Next
Jika diperlukan SMTP Server khusus untuk server hotspot bisa ditentukan, sehingga setiap request SMTP client diredirect ke SMTP yang kita tentukan. Karena tidak disediakan smtp server, IP 0.0.0.0 kami biarkan default. Kemudian klik Next.
Di langkah ini, kita meentukan alamat DNS Server. Anda bisa isi dengan DNS yang diberikan oleh ISP atau dengan open DNS. Sebagai contoh, kita menggunakan DNS Server Google. Lalu klik Next.
Selanjutnya kita diminta memasukkan nama DNS untuk local hotspot server. Jika diisikan, nantinya setiap user yang belum melakukan login dan akan akses ke internet, maka browser akan dibelokkan ke halaman login ini. Disini DNS name sebaiknya menggunakan format FQDN yang benar. Jika tidak diisikan maka di halaman login akan menggunakan url IP address dari wlan1. Pada kasus ini, nama DNS-nya diisi "hotspot.mikrotik.co.id". Lalu klik Next.
Langkah terakhir, tentukan username dan pasword untuk login ke jaringan hotspot Anda. Ini adalah username yang akan kita gunakan untuk mencoba jaringan hotspot kita.
Sampai pada langkah ini, jika di klik Next maka akan muncul pesan yang menyatakan bahwa setting Hotspot telah selesai.
Selanjutnya kita akan mencoba mengkoneksikan laptop ke wifi hotspot yang sudah kita buat. Kemudian buka browser dan akses web sembarang (pastikan Anda mengakses web yang menggunakan protokol http, karena hotspot mikrotik belum mendukung untuk redirect web yang menggunakan https), maka Anda akan dialihkan ke halaman login hotspot seperti pada gambar berikut ini:
Untuk mencobanya, silahkan coba login dengan username dan password yang telah Anda buat pada langkah sebelumnya. Jika berhasil login maka akan membuka halaman web yang diminta dan membuka popup halaman status Hotspot.
1.6. Konfigurasi Jalur Hotspot Mikrotik
Klik menu IP → Hotspot → User Profile
isi formnya,
name = nama_jabatan
rate limit = 1M/8M
form isian yang lain abaikan saja.
lebih jelasnya tengok nih screenshot kita ya.
setelah itu klik Apply dan klik OK
Nah sudah selesai... eh belum ya? yang jabatannya supervisor dan jabatannya staff belum dibuatkan limit profile yah hehehe.. tinggal Anda lanjutkan, ulangi tutorial point 3 untuk user profile yang belum dibuatkan, sehingga hasilnya akan seperti ini...
klik menu IP > Hotspot >>> Users
klik +
nama = nama akun
password = passwordnya
profile = pilih jabatannya
• Setting DHCP Server Mikrotik (DHCP Setup)
Menu IP -> DHCP Server -> Tab DHCP -> DHCP Setup
1. DHCP Server Interface (Ether2)
DHCP Server interface : ini adalah interface (Ethernet) dari router yang digunakan untuk jaringan LAN. Pada sekenario kali ini interface yang digunakan untuk jaringan LAN adalah ether2.
2. DHCP Address Space ( 10.10.20.0/24 )
Network Address : merupakan Network address beserta prefix (subnetmask) yang harus diberikasn kepada komputer client. dalam sekenario ini network address nya adalah 10.10.20.0/24.
3. Gateway for DHCP Network ( 10.10.20.1)
Gateway : komputer client harus memiliki IP Gateway yang akan digunakan untuk mengakses internet. Dalam sekenario kali ini gateway yang digunakan adalah IP Address ether2 dari router mikrotik. IP Address ether2 ini adalah “pintu keluar” untuk jaringan lan (komputer client) ketika akan mengakses jaringan keluar.
4. Address To Give Out ( 10.10.20.2- 10.10.20.254)
IP Address To Give Out : atau biasa di sebut dengan IP Address Pool. ini akan menentukan berapa jumlah IP Address yang akan diberikan oleh DHCP server untuk Komputer User. pada sekenario kali ini jumlah ip address yang akan diberikan sejumlah 253 IP Address aktif (kecuali IP Gateway 10.10.20.1 yang sudah digunakan untuk ether2) yaitu 10.10.20.2 sampai dengan 10.10.20.254.
5. DNS Server (8.8.8.8, 8.8.4.4)
DNS Server : Komputer Client yang akan mengakses jaringan internet membutuhkan DNS server. Untuk sekenario kali ini saya menggunakan DNS punya Google yaitu 8.8.8.8 dan 8.8.4.4. DNS ini bisa dibilang DNS sejuta ummat, karena sangat sering digunakan. Sebenarnya bisa menggunakan IP gateway 10.10.20.1 (ether2) untuk digunakan sebagai DNS Server. tapi untuk pembelajaran awal menggunakan DNS google tidak masalah, dan DNS ini nanti bisa ditambahkan lebih dari 2, jadi nanti bisa ditambahkan di akhir dan menyesuaikan kebutuhan.
6. Lease Time (00:10:00)
Lease Time : atau biasa disebut dengan IP Lease. DHCP Server bekerja dengan prinsip pinjam meminjam IP Address. Jadi komputer client akan meminjam konfigurasi IP Address pada DHCP Server. Dalan proses pinjam meminjam ini, DHCP Server akan memberikan jangka waktu tertentu, yang akan diatur oleh Lease time tadi. Dalam sekenario kali ini lease time yang saya gunakan yaitu 00:10:00 (10 Menit).
7. DHCP has complicates successfully.
Yeey… DHCP Server di Router Mikrotik telah selesai dibuat dan sukses.
Sebenarnya dari penjelasan panjang dari Point 1 sampai Point 7, bisa di selesaikan kurang dari 5 detik. yaitu tinggal klik Next, Netx, Next, sebanyak tujuh kali :v , tinggal mengikuti settingan default pada router mikrotik, dengan syarat tidak salah salam memilih interface (ether) yang akan di setting DHCP.
• Pengujian DHCP Client
Perhatikan Gambar-x awalnya IP Address Komputer Client (PC-1) saya berikan IP Address Manual (IP Static), tapi setelah DHCP server di ether2 di setting, maka settingan di komputer client dipilih “Obtain an IP Address Automaticaly” yaitu komputer client dibuat automatic dalam mendapatkan IP Address (DHCP Client).
Setelah Komputer Client (PC-1) disetting Obtain, Maka komputer client mendapatkan IP Address 10.10.20.254, Subnet Mask 255.255.255.0, IP Default Gateway 10.10.20.1, dan DNS Server 8.8.8.8, 8.8.4.4. IP address yang di dapatkan komputer Client sama persis dengan yang di setting di DHCP Server.
1. DHCP Server Interface (Ether2)
DHCP Server interface : ini adalah interface (Ethernet) dari router yang digunakan untuk jaringan LAN. Pada sekenario kali ini interface yang digunakan untuk jaringan LAN adalah ether2.
2. DHCP Address Space ( 10.10.20.0/24 )
Network Address : merupakan Network address beserta prefix (subnetmask) yang harus diberikasn kepada komputer client. dalam sekenario ini network address nya adalah 10.10.20.0/24.
3. Gateway for DHCP Network ( 10.10.20.1)
Gateway : komputer client harus memiliki IP Gateway yang akan digunakan untuk mengakses internet. Dalam sekenario kali ini gateway yang digunakan adalah IP Address ether2 dari router mikrotik. IP Address ether2 ini adalah “pintu keluar” untuk jaringan lan (komputer client) ketika akan mengakses jaringan keluar.
4. Address To Give Out ( 10.10.20.2- 10.10.20.254)
IP Address To Give Out : atau biasa di sebut dengan IP Address Pool. ini akan menentukan berapa jumlah IP Address yang akan diberikan oleh DHCP server untuk Komputer User. pada sekenario kali ini jumlah ip address yang akan diberikan sejumlah 253 IP Address aktif (kecuali IP Gateway 10.10.20.1 yang sudah digunakan untuk ether2) yaitu 10.10.20.2 sampai dengan 10.10.20.254.
5. DNS Server (8.8.8.8, 8.8.4.4)
DNS Server : Komputer Client yang akan mengakses jaringan internet membutuhkan DNS server. Untuk sekenario kali ini saya menggunakan DNS punya Google yaitu 8.8.8.8 dan 8.8.4.4. DNS ini bisa dibilang DNS sejuta ummat, karena sangat sering digunakan. Sebenarnya bisa menggunakan IP gateway 10.10.20.1 (ether2) untuk digunakan sebagai DNS Server. tapi untuk pembelajaran awal menggunakan DNS google tidak masalah, dan DNS ini nanti bisa ditambahkan lebih dari 2, jadi nanti bisa ditambahkan di akhir dan menyesuaikan kebutuhan.
6. Lease Time (00:10:00)
Lease Time : atau biasa disebut dengan IP Lease. DHCP Server bekerja dengan prinsip pinjam meminjam IP Address. Jadi komputer client akan meminjam konfigurasi IP Address pada DHCP Server. Dalan proses pinjam meminjam ini, DHCP Server akan memberikan jangka waktu tertentu, yang akan diatur oleh Lease time tadi. Dalam sekenario kali ini lease time yang saya gunakan yaitu 00:10:00 (10 Menit).
7. DHCP has complicates successfully.
Yeey… DHCP Server di Router Mikrotik telah selesai dibuat dan sukses.
• Pengujian DHCP Client
Perhatikan Gambar-x awalnya IP Address Komputer Client (PC-1) saya berikan IP Address Manual (IP Static), tapi setelah DHCP server di ether2 di setting, maka settingan di komputer client dipilih “Obtain an IP Address Automaticaly” yaitu komputer client dibuat automatic dalam mendapatkan IP Address (DHCP Client).
Setelah Komputer Client (PC-1) disetting Obtain, Maka komputer client mendapatkan IP Address 10.10.20.254, Subnet Mask 255.255.255.0, IP Default Gateway 10.10.20.1, dan DNS Server 8.8.8.8, 8.8.4.4. IP address yang di dapatkan komputer Client sama persis dengan yang di setting di DHCP Server.
"Nah, Sekian Dulu Artikel Saya Kali Ini, Semoga Dapat Membantu Anda Dalam Kehidupan Sehari"
Jangan Lupa Comment_nya Yah Broo !!!












































Komentar
Posting Komentar